REDIRECT...

13 Februari 2010

bea siswa

PROGRAM

BEASISWA BIDIK MISI

BEASISWA PENDIDIKAN BAGI CALON MAHASISWA BERPRESTASI DARI KELUARGA KURANG MAMPU


DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

DIREKTORAT KELEMBAGAAN

TAHUN 2010


KATA PENGANTAR

Tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran. Hak setiap warga Negara tersebut telah dicantumkan dalam Pasal 31 (1) Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan pasal tersebut, maka Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi, dan masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan. Untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu diperlukan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu bagi setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya kurang mampu membiayai pendidikannya, dan berhak mendapatkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2010 meluncurkan program Beasiswa Bidik Misi untuk memberikan beasiswa dan biaya pendidikan kepada 20.000 mahasiswa dan atau calon mahasiswa dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu dan berprestasi, baik di bidang akademik/kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstrakurikuler.

Program ini sangat penting untuk memutus mata rantai kemiskinan dengan cara elegan, sehingga dimasukkan sebagai program kerja 100 hari dalam Kabinet Indonesia Bersatu II.

Agar program penyaluran beasiswa Bidik Misi dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip 3T, yaitu: Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu, maka diharapkan para pimpinan perguruan tinggi dalam melakukan sosialisasi, seleksi, dan penyaluran Beasiswa Bidik Misi mengacu pada pedoman ini.

Penerbitan pedoman program beasiswa Bidik Misi ini diharapkan dapat memudahkan bagi perguruan tinggi penyelenggara agar penyaluran beasiswa kepada mahasiswa dapat tercapai sesuai dengan harapan kita semua. Selain itu pedoman ini diharapkan juga dapat memudahkan bagi para calon mahasiswa atau mahasiswa yang akan mengusulkan sebagai calon penerima beasiswa, dan memudahkan bagi mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa untuk mendapatkan haknya.

Dengan terbitnya buku ini, proses penyaluran beasiswa kepada mahasiswa diharapkan akan berjalan dengan lebih baik, dan mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan lancar, berprestasi tepat waktu yang akhirnya dapat ikut andil dalam meneruskan perjuangan bangsa menuju pembangunan Indonesia sejahtera.

Akhirnya kami mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada tim penyusun pedoman ini dan semua pihak yang telah membantu dalam mewujudkan buku pedoman Program Beasiswa Bidik Misi ini.

Jakarta, Desember 2009

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi

Fasli Jalal



I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Peningkatan pemerataan akses ke perguruan tinggi jenjang pendidikan menengah yang terdiri atas lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat sampai saat ini masih merupakan masalah di negara kita. Banyak lulusan jenjang pendidikan menengah yang berprestasi dan merupakan calon mahasiswa yang potensial tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu peningkatan akses informasi terhadap sumber pendanaan masih sangat terbatas. Upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan menyusun database siswa jenjang pendidikan menengah yang cerdas dan kurang mampu serta memfasilitasi dan atau menyediakan beasiswa dan biaya pendidikan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab V pasal 12 (1.c), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya kurang mampu membiayai pendidikannya. Pasal 12 (1.d), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya kurang mampu membiayai pendidikannya.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, Bagian Kelima, Pasal 27 ayat (1), menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik yang orang tua atau walinya kurang mampu membiayai pendidikannya. Pasal 27 ayat (2), menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan, Bab VI, Pasal 46 ayat (2), menyebutkan bahwa Badan Hukum Pendidikan wajib mengalokasikan beasiswa atau bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik Warga Negara Indonesia yang kurang mampu secara ekonomi dan atau peserta didik yang memiliki potensi akademik tinggi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah seluruh peserta didik.

Berbagai macam beasiswa oleh pemerintah, misalnya PPA, BBM, PPE, dan BMU, telah diberikan kepada mahasiswa. Akan tetapi jumlah dana yang diberikan masih belum dapat memenuhi kebutuhan biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa, sehingga belum menjamin keberlangsungan studi mahasiswa hingga selesai.

Mengacu pada Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut serta kenyataan tentang program beasiswa sebagaimana tersebut di atas, maka Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Departemen Pendidikan Nasional mulai tahun 2010 memberikan beasiswa dan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi dan berprestasi yang disebut Beasiswa BIDIK MISI.

B. DASAR

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan;

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentang Perguruan Tinggi Negeri;

5. Program Kabinet Indonesia Bersatu II tahun 2009-2014.

C. MISI

1. Menghidupkan harapan bagi masyarakat kurang mampu untuk terus menempuh sampai ke jenjang pendidikan tinggi;

2. Menghasilkan sumber daya insani yang mampu berperan dalam memutus rantai kemiskinan.

D. TUJUAN

1. Meningkatkan motivasi belajar dan prestasi calon mahasiswa, khususnya mereka yang menghadapi kendala ekonomi;

2. Meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi rakyat Indonesia yang berpotensi akademik tinggi dan kurang mampu secara ekonomi;

3. Menjamin keberlangsungan studi mahasiswa sampai selesai;

4. Meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang akademik/kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler;

5. Menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan prestasi;

6. Melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

II. KETENTUAN UMUM

A. SASARAN

Lulusan jenjang pendidikan menengah yang terdiri atas lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat tahun 2010 yang berprestasi dan orang tua/wali-nya kurang mampu secara ekonomi.

B. JANGKA WAKTU PEMBERIAN BEASISWA

Beasiswa diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 (delapan) semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 (enam) semester untuk program Diploma III dengan ketentuan penerima beasiswa berstatus mahasiswa aktif.

C. PENYELENGGARA

Penyelenggara program beasiswa BIDIK MISI adalah perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi BHMN terpilih di bawah Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.

D. DANA BEASISWA

Dana beasiswa dan biaya pendidikan yang diberikan adalah sebesar Rp 5.000.000 (lima juta rupiah) per mahasiswa per semester yang diprioritaskan untuk biaya hidup.


III. KETENTUAN KHUSUS

A. PERSYARATAN

Persyaratan untuk mendaftar program beasiswa BIDIK MISI tahun 2010 adalah:

1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang dijadwalkan lulus pada tahun 2010;

2. Berprestasi dan orang tua/wali-nya kurang mampu secara ekonomi;

3. Calon penerima beasiswa mempunyai prestasi akademik/ kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler yang diketahui oleh Kepala Sekolah/ Pimpinan Unit Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kabupaten/Kota. Adapun prestasi akademik/kurikuler yang dimaksud adalah peringkat 25 persen terbaik di kelas, sedangkan prestasi pada kegiatan ko-kurikuler dan/atau ekstrakurikuler minimal peringkat ke-3 di tingkat Kabupaten/Kota dan harus sesuai dengan program studi yang dipilih.

B. KUOTA

1. Banyaknya penerima beasiswa pada tahun anggaran 2010 adalah 20.000 orang;

2. Jumlah tersebut didistribusikan kepada perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi BHMN di bawah Depdiknas yang ditentukan oleh Depdiknas dan di perguruan tinggi negeri di bawah Depag yang ditentukan oleh Depag;

3. Kuota beasiswa yang ditetapkan untuk setiap perguruan tinggi terpilih disesuaikan dengan jumlah mahasiswa baru yang diterima setiap tahunnya dan/atau jumlah total mahasiswa di perguruan tinggi tersebut serta pertimbangan lainnya.

C. PENGGUNAAN DANA BEASISWA

1. Besarnya dana biaya hidup setiap penerima beasiswa adalah sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) sampai dengan Rp 700.000 (tujuh ratus ribu rupiah) per bulan tergantung pada indeks harga kemahalan daerah lokasi perguruan tinggi terpilih.

2. Besarnya bantuan biaya pendidikan yang dialokasikan kepada setiap penerima beasiswa adalah sebesar Rp 800.000 (delapan ratus ribu rupiah) sampai dengan Rp 2.000.000 (dua juta rupiah) per semester.

3. Apabila biaya pendidikan di suatu perguruan tinggi terpilih ternyata lebih tinggi dari dana yang tersedia, maka perguruan tinggi terpilih tersebut wajib memberikan bantuan biaya pendidikan sepenuhnya kepada penerima beasiswa.

4. Apabila terdapat kelebihan dana pendidikan pada suatu perguruan tinggi terpilih, maka perguruan tinggi terpilih tersebut dapat menggunakan untuk:

a. biaya pelaksanaan tes/seleksi penerimaan (administrasi, transportasi, dan akomodasi);

b. biaya buku, pelatihan mahasiswa yang bersangkutan, dan sebagainya.

c. Semua penggunaan dana harus dilaporkan ke Ditjen Dikti.

D. PENYALURAN DANA

1. Beasiswa dibayarkan setiap semester berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani oleh perguruan tinggi terpilih dengan Ditjen Dikti;

2. Pimpinan perguruan tinggi penyelenggara memberikan dana biaya hidup kepada mahasiswa dengan perhitungan per bulan;

3. Penyaluran beasiswa dari perguruan tinggi penyelenggara kepada mahasiswa penerima melalui rekening mahasiswa atau dibayarkan melalui bank;

4. Penyaluran biaya pendidikan diatur oleh perguruan tinggi penyelenggara sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

5. Dana beasiswa tidak boleh dipotong untuk kepentingan apapun.

IV. MEKANISME PEREKRUTAN

A. PERSIAPAN PENDAFTARAN

Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan pengumuman melalui media massa, institusi pemerintah daerah (dinas pendidikan propinsi dan kabupaten/kota) dan institusi pendidikan tinggi serta pendidikan menengah (SMA, SMK, MA, MAK atau bentuk lain yang sederajat) untuk memberikan informasi kepada publik adanya program beasiswa ini.

Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Dikmas mengkoordinasikan seluruh proses pendaftaran di setiap sekolah dan mengirimkan berkas yang telah memenuhi persyaratan ke perguruan tinggi terpilih yang dituju.

B. TATA CARA PENDAFTARAN

1. Calon mahasiswa memilih program pendidikan Diploma III, Diploma IV dan Sarjana pada perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi BHMN terpilih;

2. Berhubung jadwal pendaftaran calon mahasiswa baru di perguruan tinggi penyelenggara tidak bersamaan, maka setiap calon mahasiswa diharuskan memperhatikan jadwal pendaftaran di setiap perguruan tinggi yang dipilih;

3. Setiap calon mahasiswa dapat memilih maksimal dua program studi, baik dalam satu perguruan tinggi atau di dua perguruan tinggi yang berbeda.

4. Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Dikmas dari siswa yang memenuhi persyaratan melakukan pendaftaran secara kolektif, untuk siswa/peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya, kepada Rektor/Ketua/Direktur atau pimpinan perguruan tinggi penyelenggara yang dituju dengan melampirkan berkas sebagai berikut:

  1. Berkas-berkas yang dilengkapi oleh siswa

1) Formulir pendaftaran yang telah diisi oleh siswa yang bersangkutan dan dilengkapi dengan pasfoto ukuran 3x4 sebanyak 3 (tiga) lembar. Formulir pendaftaran dapat diunduh di alamat www.dikti.go.id dan/atau www.kelembagaan.dikti.go.id atau difotokopi dari panduan program beasiswa BIDIK MISI yang tersedia;

2) Fotokopi Kartu Tanda Siswa (KTS) atau yang sejenis sebagai bukti siswa aktif;

3) Fotokopi rapor semester 1 s/d 5 disertai surat keterangan tentang peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang keilmuan/akademik yang disahkan (legalisasi) oleh kepala sekolah/ pimpinan unit Dikmas;

4) Fotokopi Kartu Keluarga Miskin. Bagi keluarga yang tidak memiliki kartu Keluarga Miskin, harus menyertakan Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh kepala desa/kepala dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat;

5) Fotokopi Kartu Keluarga;

6) Jika diperlukan dapat menyertakan bukti pendukung lain seperti fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB dari orang tua/wali-nya.

  1. Berkas yang dilengkapi oleh Sekolah/Unit Dikmas

1) Rekomendasi dari Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Dikmas yang memberikan keterangan bahwa pendaftar adalah siswa berprestasi yang orang tua/wali-nya kurang mampu;

2) Daftar nama pelamar ke perguruan tinggi penyelenggara yang dituju.

C. SELEKSI

1. Perguruan tinggi penyelenggara menyeleksi usulan calon penerima beasiswa BIDIK MISI sesuai persyaratan;

2. Seleksi ditentukan oleh masing-masing perguruan tinggi penyelenggara dengan memprioritaskan calon yang paling tidak mampu, calon yang mempunyai prestasi paling tinggi, dan memperhatikan asal daerah calon;

3. Apabila diperlukan seleksi yang memerlukan kehadiran fisik pendaftar, maka seluruh biaya untuk mengikuti proses seleksi termasuk biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh perguruan tinggi terpilih yang bersangkutan;

4. Hasil seleksi ditetapkan oleh Rektor/Ketua/ Direktur atau yang diberi wewenang untuk itu setelah melalui proses verifikasi.

D. PENETAPAN

1. Setiap perguruan tinggi penyelenggara harus melaporkan data hasil seleksi/perankingan semua pendaftar ke Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti sebagai bahan verifikasi;

2. Dalam verifikasi bersama yang dikoordinasi oleh Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti dilakukan penetapan penerimaan. Seorang calon hanya diterima di satu program studi pada perguruan tinggi tertentu.

3. Apabila calon penerima beasiswa yang diterima di suatu perguruan tinggi penyelenggara tertentu kurang dari kuota yang telah ditetapkan, maka Ditjen Dikti dapat mengalokasikan sisa kuota tersebut ke perguruan tinggi penyelenggara yang lain;

4. Pengumuman penerimaan calon mahasiswa dilakukan oleh masing-masing perguruan tinggi penyelenggara.

E. PENGHENTIAN BEASISWA

Pemberian beasiswa dihentikan apabila mahasiswa penerima beasiswa:

1. Terbukti memberikan keterangan yang tidak benar atau melakukan pelanggaran administratif pada berkas yang disampaikan;

2. Tidak memenuhi persyaratan akademik yang ditetapkan oleh perguruan tinggi penyelenggara;

3. Melakukan pelanggaran terhadap tata tertib kehidupan kampus dan peraturan lain yang berlaku di perguruan tinggi penyelenggara;

4. Mengundurkan diri;

5. Meninggal dunia.

V. MONITORING DAN EVALUASI

Monitoring dan evaluasi dilakukan dalam bentuk evaluasi eksternal dan internal.

A. MONITORING DAN EVALUASI EKSTERNAL

Monitoring dan evaluasi eksternal terhadap penyelenggaraan program akan dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap penyelenggaraan program beasiswa BIDIK MISI, antara lain:

1. Prestasi akademik mahasiswa penerima beasiswa;

2. Penyaluran dana beasiswa;

3. Jumlah mahasiswa penerima beasiswa.

B. MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL

Secara internal perguruan tinggi penyelenggara dapat melengkapi panduan sebagai acuan dalam penyelenggaraan program serta sistem monitoring dan evaluasinya. Hasil monitoring dan evaluasi internal dituangkan dalam Laporan Program dan Keuangan yang disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

1. Pelaporan Program

Pelaporan program berprinsip pada 3-T (Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu).

a. Tepat Sasaran; artinya beasiswa telah disalurkan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam pedoman dengan menyebutkan jumlah mahasiswa.

b. Tepat Jumlah; artinya jumlah mahasiswa penerima beasiswa harus sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan. Apabila jumlah mahasiswa penerima beasiswa kurang dari yang telah ditetapkan, maka perguruan tinggi wajib melaporkan ke Ditjen Dikti

c. Tepat Waktu; artinya beasiswa telah disalurkan kepada mahasiswa sesuai dengan waktu sebagaimana diatur dalam mekanisme penyaluran dana.

2. Pelaporan Keuangan

Laporan keuangan melampirkan bukti pembayaran dana biaya hidup kepada mahasiswa, dan keperluan lain yang dikeluarkan perguruan tinggi penyelenggara untuk keperluan studi mahasiswa penerima beasiswa.

3. Pengiriman Laporan

Laporan berupa soft copy (CD) dikirim ke:

Direktur Kelembagaan

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Kompleks Depdiknas Gedung D Lt. 6

Jalan Jenderal Soedirman, Pintu I Senayan

Jakarta 10270


LAMPIRAN

DAFTAR PERGURUAN TINGGI PENYELENGGARA PROGRAM BEASISWA BIDIK MISI TAHUN 2010

1. Di bawah Pembinaan Departemen Pendidikan Nasional

No


Perguruan Tinggi


Kuota


1

Institut Pertanian Bogor

500

2

Institut Seni Indonesia Denpasar

20

3

Institut Seni Indonesia Surakarta

20

4

Institut Seni Indonesia Yogyakarta

20

5

Institut Teknologi Bandung

450

6

Institut Teknologi Sepuluh November

450

7

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

100

8

Politeknik Manufaktur Bandung

75

9

Politeknik Negeri Ambon

30

10

Politeknik Negeri Bali

30

11

Politeknik Negeri Bandung

75

12

Politeknik Negeri Banjarmasin

50

13

Politeknik Negeri Jakarta

75

14

Politeknik Negeri Jember

20

15

Politeknik Negeri Kupang

20

16

Politeknik Negeri Lampung

20

17

Politeknik Negeri Lhokseumawe

30

18

Politeknik Negeri Malang

75

19

Politeknik Negeri Manado

40

20

Politeknik Negeri Medan

70

21

Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

10

22

Politeknik Negeri Padang

75

23

Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

15

24

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

15

25

Politeknik Negeri Pontianak

50

26

Politeknik Negeri Samarinda

50

27

Politeknik Negeri Semarang

50

28

Politeknik Negeri Sriwijaya

75

29

Politeknik Perikanan Negeri Tual

10

30

Politeknik Negeri Ujung Pandang

50

31

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

50

32

Politeknik Pertanian Negeri Kupang

20

33

Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

20

34

Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung

20

35

Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang Panjang

20

36

Universitas Airlangga

500

37

Universitas Andalas

500

38

Universitas Bengkulu

150

39

Universitas Brawijaya

500

40

Universitas Cenderawasih

125

41

Universitas Diponegoro

500

42

Universitas Gadjah Mada

500

43

Universitas Haluoleo

150

44

Universitas Hasanudin

500

45

Universitas Indonesia

500

46

Universitas Jambi

300

47

Universitas Jember

300

48

Universitas Jenderal Soedirman

300

49

Universitas Khairun

50

50

Universitas Lambung Mangkurat

300

51

Universitas Lampung

300

52

Universitas Malikussaleh

50

53

Universitas Mataram

150

54

Universitas Mulawarman

300

55

Universitas Negeri Gorontalo

300

56

Universitas Negeri Jakarta

450

57

Universitas Negeri Makassar

350

58

Universitas Negeri Malang

450

59

Universitas Negeri Manado

300

60

Universitas Negeri Medan

500

61

Universitas Negeri Padang

500

62

Universitas Negeri Papua

75

63

Universitas Negeri Semarang

400

64

Universitas Negeri Surabaya

400

65

Universitas Negeri Yogyakarta

400

66

Universitas Nusacendana

100

67

Universitas Padjadjaran

500

68

Universitas Palangka Raya

250

69

Universitas Pattimura

250

70

Universitas Pendidikan Ganesha

250

71

Universitas Pendidikan Indonesia

450

72

Universitas Riau

300

73

Universitas Sam Ratulangi

300

74

Universitas Sebelas Maret

400

75

Universitas Sriwijaya

400

76

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

100

77

Univeristas Sumatera Utara

500

78

Universitas Syiah Kuala

400

79

Universitas Tadulako

250

80

Universitas Tanjungpura

300

81

Universitas Trunojoyo

100

82


Universitas Udayana


350



Jumlah

18.000

Keterangan:

Nama program studi yang ditawarkan masing-masing perguruan tinggi penyelenggara tersebut di atas dapat dilihat pada:

§ Buku panduan SNMPTN tahun 2009, atau

§ Website perguruan tinggi masing-masing, atau

§ Website: www.evaluasi.or.id


2. Di bawah Pembinaan Departemen Agama

NO

Perguruan Tinggi

Kuota

Program Studi

1

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

100

1. Tafsir Hadits

2. Perbandingan Agama

3. Akidah dan Filsafat

4. Sosiologi Agama

5. Madzhab dan Hukum

6. Jinayah Siyasah

7. Dirasah Islamiyah

8. Manajemen Dakwah

9. Bimbingan dan Penyuluhan Islam

10. Sejarah dan Kebudayaan Islam

11. Tarjamah

12. Bahasa dan Sastra Arab

2

UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta

100

1. Perbandingan Agama

2. Akidah dan Filsafat

3. Tafsir hadits

4. Perbandingan Madzhab dan Hukum

5. Sejarah dan Kebudayaan Islam

6. Bahasa dan Kebudayaan Islam

7. Bimbingan dan Penyuluhan Islam

8. Komunikasi dan Penyiaran Islam

3

UIN Alaudin Makassar

90

1. Perbandingan Madzhab dan Hukum

2. Komunikasi dan Penyiaran Islam

3. Tafsir Hadits

4. Perbandingan Agama

5. Sejarah dan Kebudayaan Islam

6. Akidah dan Filsafat

7. Bahasa dan Sastra Arab

4

UIN Sunan Gunung Djati Bandung

80

1. Akidah dan Filsafat

2. Tasawuf dan Psikoterapi

3. Perbandingan Agama

4. Mu’amalah

5. Perbandingan Madzhab dan Hukum

6. Menajemen Dakwah

7. Pengembangan Masyarakat Islam

8. Sejarah dan Kebudayaan Islam

5

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

100

1. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah

2. Bahasa dan Sastra Inggris

3. Bahasa dan Sastra Arab

6

UIN Syarif Kasim Riau

80

1. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah

2. Tafsir Hadits

3. Akidah dan Filsafat

4. Jinayah Isyasah

5. Pengembangan Masyarakat Islam

7

IAIN Antasari Banjarmasin

60

1. Perbandingan Agama

2. perbandingan Madzhab dan Hukum

3. Akidah dan Filsafat

4. Tafsir Hadits

5. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah

6. Pengembangan Masyarakat Islam

7. Bimbingan dan Penyuluhan Islam

8

IAIN Ar-Raniry Banda Aceh

60

1. Tafsir Hadits

2. Komunikasi dan Penyiaran Islam

3. Akidah dan Filsafat

4. Perbandingan Agama

5. Jinayah Siyasah

6. Sejarah dan Kebudayaan Islam

7. Sastra Arab

8. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah

9

IAIN Sumatera Utara Medan

70

1. Akidah Filsafat

2. Perbandingan Agama

3. Tafsir Hadits

4. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah

5. Perbandingan Madzhab dan Hukum

6. Komunikasi dan Penyiaran Islam

7. Manajemen Dakwah

10

IAIN Imam Bonjol Padang

60

1. Perbandingan Agama

2. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah

3. Perbandingan Madzhab dan Hukum

4. Komunikasi dan Penyiaran Islam

5. Bimbingan dan Penyuluhan Islam

6. Bahasan Sastra Arab

7. Sejarah dan Kebudayaan Islam

11

IAIN Sultan Thaha Saifudin Jambi

60

1. Perbandingan Madzhab dan Hukum

2. Jinayah Siyasah

3. Tafsir Hadits

4. Sejarah dan Kebudayaan Islam

5. Bahasa dan Sastra Arab

12

IAIN Raden Fatah Palembang

70

1. Tafsir Hadits

2. Perbandinagan Agama

3. Jinayah Siyasah

4. Perbandinagan Madzhab dan Hukum

5. Komunikasi dan Penyiaran Islam

6. Sejarah dan Kebudayaan Islam

7. Bahasa dan Sastra Arab

13

IAIN Raden Intan Bandar Lampung

60

1. Akidah dan Filsafat

2. Tafsir Hadits

3. Jinayah Siyasah

4. Peradilan Agama

5. Komunikasi dan Penyiaran Islam

6. Pengembangan Masyrarakat Islam

14

IAIN Walisongo Semarang

75

1. Akidah dan Filsafat

2. Tasawuf dan Psikoterapi

3. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah

4. Jinayah Siyasah

5. Mu’amalah

6. Manajemen Dakwah

7. Bimbingan dan Penyuluhan

15

IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

60

1. Tafsir Hadits

2. Akidah dan Filsafat

3. Komunikasi dan Penyiaran Islam

4. Sejarah dan Kebudayaan Islam

5. Bahasa dan Sastra Arab

16

IAIN Sunan Ampel Surabaya

75

1. Tafsir Hadits

2. Akidah dan Filsafat

3. Perbandingan Agama

4. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah

5. Jinayah Siyasah

6. Manajemen Dakwah

7. Pengembangan Masyarakat Islam

8. Bimbingan dan Penyuluhan Islam

9. Bahasa dan Sastra Arab

10. Sejarah dan Kebudayaan Islam

17

IAIN Mataram

60

1. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah

2. Komunikasi dan Penyiaran Islam

3. Mu’amalah

18

IAIN Ambon

60

1. Akidah dan Filsafat

2. Jinayah Siyasah

3. Al-Ahwal al-Syakhshiyyah

4. Komunikasi dan Penyiaran Islam

5. Bimbingan dan Penyuluhan Islam

19

IAIN Sultan Amai Gorontalo

50

1. Akidah dan Filsafat

2. Tafsir Hadits

3. Komunikasi dan Penyiaran Islam

20

STABN Sriwijaya Banten

40

1. Dharma Acariya (Keguruan)

2. Dharma Duta (Penyuluh)

21

IHDN Denpasar

50

1. Teologi Hindu

2. Penerangan Agama Hindu

22

STAKPN Ambon

40

1. Pendidikan Agama Kristen

2. Musik Gereja

3. Teologi


Jumlah

1.500


Jakarta, November 2009

Direktorat Kelembagaan

Ditjen Pendidikan Tinggi





07 Februari 2010

Pemilihan Remaja Putri Berprestasi



Seleksi awal remaja Putri berprestasi diadakan di gedung SMAN Unggul Subulussaslam, yang dibuka oleh bapak kepala dinas pendidikan pemuda dan olah raga. Acara ini diikuti perwakilan 5 orang siswi dari masing - masing sekolah SLTA se Pemko Subulussalam. SMAN Unggul Mengirimkan 5 Orang Siswi terbaiknya yaitu Elviana Dewi, Nova Ridyawati, Siti Nurhayati, Atenta Malum Bancin dan Putri Sahadat Bancin. Setelah seleksi awal 3 Orang siswi SMA kami yang lolos masuk 15 besar dan harus ikut seleksi tahap 2 yaitu pidato dan wawancara. Dengan segala kemampuannya akhirnya siswi sekolah kami hanya menempati urutan kedua dan kelima yaitu Nova Ridyawati dan Siti Nurhayati. Selamat Kepada siswi kami mudah-mudahan kedepannya menjadi yang terbaik lagi. SEMANGAT

Lomba masak SMAN Unggul Subulussalam

Kelas X - 1
Kelas X - 2

Kelas X - 3

Kelas 12 IPA 1

Kelas 11 IPA

Ini Kelas 12 Ipa 2






Tim Sepak Bola SMAN Unggul Subulussalam



Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT

Teams games tournaments (TGT) atau pertandingan permainan tim sama dengan STAD dalam segala aspek, tapi dalam satu hal ada yang berbeda seperti kuis dan system penelitian peningkatan individu itu berbeda. TGT mengunakan system pertandingan akademik dimana siswa bersaing untuk menunjukan kebolehan tim mereka sendiri dengan anggota tim yang lain, yang menunjukan kemampuan akademik siswa.
Dalam TGT siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh tambahan poin pada skor tim mereka. Permainan disusun dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan pelajaran yang dirancang untuk mengetes pengetahuan yang diperoleh siswa dari penyampaian kelas presentasi dan kegiatan-kegiatan kelompok. Permaianan itu dimainkan pada meja-meja tournament. Setiap meja tournament dapat diisi oleh wakil-wakil kelompok yang berbeda, namun memiliki kemampuan setara.
Permainan itu berupa pertanyaan-pertanyaan yang ditulis pada kartu-kartu yang diberi angka. Tiap-tiap siswa akan mengambil sebuah kartu yang diberi angka dan berusaha untuk menjawab pertanyaan yang sesuai dengan angka tersebut. Tournament ini memunngkinkan bagi siswa dari semua tingkat untuk menyumbang dengan maksimal. Tournament ini dapat berperan sebagai review materi pelajaran.
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT setelah selesai materi yang diajarkan maka siswa dikelompokkan dan dibagi lembar kegiatan siswa (LKS). Selama menggunakan LKS diterapkan pembelajaran kooperatif untuk menekankan aktivitas siswa, dimana siswa bekerja bersama dalam kelompok bertanggung jawab atas kesuksesan kelompoknya. Pembelajaran ini memanfaatkan bantuan siswa lain, untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran, karena siswa lebih paham akan apa yang disampaikan oleh temannya dari pada gurunya.

2.1.2.1. Komponen-komponen pembelajaran kooperatif tipe TGT
Pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengadung unsur permaianan. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, permaianan, persaingan, sehat dan keterlibatan belajar. Komponen pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah sebagai berikut :
1. Kelas Presentasi
Materi dalam TGT disampaikan dalam kelas presentasi, ini lebih dikenal dengan intruksi langsung atau diskusi langsung yang dilakukan oleh guru, tapi harus juga termasuk presentasi audiovisual (mendegar dan melihat) presentasi kelas TGT berbeda dengan mengajar biasa, guru bias mengunakan pendekatan CTL. Dalam hal ini siswa menyadari harus memberi perhatian lebih selama kelas hal ini membantu mereka dalam menyelesaikan kuis dan nilai kuis mereka ditentukan oleh nilai tim.
Presentasi harus mencangkup pembukaan, pengembangan dan arahan yang jelas terhadap pelajaran. Aktivitas tim, kuis, dan penilaian. Selama aktivitas belajar setiap tim bertanggung jawab untuk memahami materi. Agar siswa lebih memahami materi yang dipresentasikan berikanlah lembar kerja dan lembar jawaban pada setiap tim, intruksikan kepada setiap siswa untuk menjawab sendiri-sendiri, setelah itu didiskusikan bersama dalam satu tim, agar siswa lebih memahami. Setelah siswa yakin semua anggota tim memahami materi dan kuis yang diberikan, intruksikan kepada siswa untuk menjelaskan jawaban kepada tim yang lain.
2. Kelompok
Kelompok dibentuk dari 4-5 orang siswa, kelompok TGT bersifat heterogen secara umum fungsi kelompok ini adalah untuk membuat semua anggota belajar dan lebih khusus untuk mempersiapkan setiapa anggota dapat melakukan kuis dengan baik. Setelah guru memberikan bahan materi kelompok belajar memahami mater yang juga bisa diambil dari sumber lain. Lebih secara umum siswa belajar untuk mendiskusikan masalah bersama membandingkan jawaban dan memeriksa perbedaan jawaban yang bias jadi sebuah kesalahan yang dilakukan tim tersebut.
Kelompok adalah sebuah ciri dari TGT. Dalam setiap tahap ditekan setiap anggota kelompok harus mengerjakan yang terbaik untuk kelompok tersebut dan setiap kelompok harus melakukan yang terbaik untuk anggotanya. Tim mempunyai pengaruh yang kuat terhadap hasil akademik yang penting untuk proses pembelajaran dan mempunyai hubungan yang menguntungkan dan sangat memperhatiakan hasil dari kelompok, baik dari hubungan sesama kelompok, penghargaan diri dan penghargaan terhadap kemampuan siswa.
Dalam pembentukan kelompok untuk lebih muda gunakanlah daftar siswa dan gunakan kode huruf atau yang lain berdasarkan peringkat teratas sehingga kelompok yang dibentuk bersifat heterogen dan seimbang. Dihari pertama TGT guru harus menjelaskan pada siswa apa arti kerja dalam kelompok.
3. Permainan
Permaian dibuat dari pertanyaan yang relevan yang dirancang untuk menguji kemampuan siswa dari kelas presentasi dan kemampuan tim. Permaianan dimainkan di meja oleh tiga orang siswa yang setiap orang diwakilkan oleh tim yang berbeda. Kebanyakan permainan ini terdiri dari sejumlah pertanyaan yang sama dalam sebuah kertas. Seorang siswa mengambil beberapa kartu dan memncoba untuk menjawab pertanyaan. Sebuah tantangan membolehkan para pemain untuk menjawab soal yang sama.
Dalam memulai permainan siswa mengundi kartu atau koin untuk menentukan pembaca pertama, pemambaca pertama mengambil salah satu kartu, kemudian membacakan pertanyaan sesuai dengan nomor kartu. Dan pembaca menjawab pertanyaan sesuai dengan nomor. Setelah pembaca memberikan jawaban, siswa lanjutkan kepada nantang pertama yang mempunyai kesempatan untuk memberikan jawaban yang berbeda. Jika penantang pertama lewat atau penantang kedua memiliki jawaban yang berbeda maka lanjutkan permainan kepenantang kedua. Penantang pertama ada disebelah kanan pembaca.
Untuk perputaran berikutnya setiap siswa berpindah posisi kekiri. Jika permaian selesai pemain mencatat jumlah kartu yang mereka dapatkan pada lembar penilaian yang telah diberikan.
4. Pertandingan
Bentuk pertandingan yang dilakukan dalam permainan, biasanya diadakan diakhir satu bab pelajaranatau sub pelajaran.. Setelah guru membuat kelas presentasi dan tim itu diberi waktu untuk menjawab pertanyaan. Setiap meja pertandingan diisi 3 orang siswa perwakilan dari tim masing-masing. Dimeja pertama memiliki nilai tertinggi, berikutnya 3 oranng lagi dimeja kedua dan selanjutnya.Pertandingan yang sama akan meningkatkan system penilaian,hal itu membuat siswa dari semua tingkat untuk memberikan kontribusi maksimal untuk menambah nilai kelompok mereka jika mereka melakukan yang terbaik.Meja pertandingan bersifat homogen, siswa memiliki kemampuan yang sama dalam setiap meja
Awal pertandingan, umumkan tugas tim di meja pertandingan, setiap kursi meja pertandingan di sediakan satu lembar permainan, satu lembar jawaban, satu nama kartu dan satu lembar penilaian permainan.
Setelah pertandingan pertama siswa berganti meja tergantung pada bagaimana penampilan mereka pada pertandingan sebelumnya. Pemenang dari setiap meja berpindah ke meja berikutnya. Nilai kedua berada di meja sama dan nilai terendah pindah pada tahap ini. Jika siswa punya jawaban yang salah mereka akan di pindahkan ke bawah atau ke atas sampai mereka mendapatkan tingkat yang benar.
Guru IPA bias menggunakan TGT tiga hari yaitu satu hari untuk mengajarkan konsep dasar IPA yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga mereka mengetahui kenapa mereka harus mempelajarinya. Di dua hari berikutnya TGT bias juga menggunakan kombinasi STAD yaitu menggunakan kuis dan pertandingan. Cara ini memberikan guru ide yang lebih baik untuk menambah kemampuan siswa tidak hanya dalam segi pertandingan, TGT juga berguna untuk mengulang kembali materi yang telah diajarkan sebelumnya.

5. Tahapan Tes Hasil Belajar
Tes akhir belajar dikerjakan secara mandiri untuk menunjukan apa yang telah dipelajari di kelas presentasi dan dalam kelompok. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu.
Skor perkembangan individu adalah memberikan kesempatan kepada setiap siswa meraih prestasi maksimal, dan agar siswa dapat melakukan yang terbaik bagi dirinya dan kelompok berdasarkan prestasi berikutnya
6. Tahap Penghargaan Kelompok
Setelah melakuakn tes hasil belajar dan melakukan perhitungan skor perkembangan individu. Maka dilakukan dengan cara menjumlahkan masing-masing sumbangan. Skor individu dalam kelompok hasilnya dibagi sesuai dengan jumlah anggota, sehingga dapat skor rata-rata.
Dalam pemberian penghargaan, ada tiga jenjang yaitu :
a. Kelompok dengan rata-rata 20, sebagai kelompok baik.
b. Kelompok dengan skor rata-rata 25, sebagai kelompok hebat.
c. Kelompok dengan skor rata-rata 30, sebagai kelompok super.
Sebagai kelompok super dan kelompok hebat, dapat diberikan sertifikat termaksuk kelompok baik guru cukup menucapkan terimah kasih

Album SMAN Unggul Subulussalam