REDIRECT...

28 Agustus 2009

ARTIKEL PEMBELAJARAN FISIKA

PENGGUNAAN ALAT PERAGA / PERCOBAAN FISIKA SEDERHANA UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN FISIKA DI SEKOLAH
Oleh Syahri Ramadhan Pohan, S.Pd
Guru Fisika SMAN Unggul Subulussalam

Fisika seperti yang kita kenal merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari bagian - bagian dari alam dan iteraksi di dalamnya. Mata pelajaran fisika di SMA dikembangkan dengan mengacu pada pengembangan fisika yang ditujukan untuk mendidik siswa agar mampu mengembangkan observasinya dan eksperimentasinya. Hal ini didasarkan oleh tujuan fisika yakni mengamati, memahami dan memamfaatkan gejala - gejala alam yang melibatkan zat (materi) dan energi. kemampuan observasi dan eksperimentasi ini lebih ditekankan pada melatih kemampuan berpikir eksperimental yang mencakup tata laksana percobaan dengan mengenal peralatan yang digunakan dalam pengukuran baik di dalam laboratorium maupun di alam sekitar kehidupan kita.Banyak siswa mengatakan fisika itu pelajaran yang menakutkan dan membosankan. Benarkah? padahal fisika itu menarik dan mudah sekali. Melalui fisika kita banyak mengetahui rahasia alam seperti mengapa terjadi pelangi, mengapa pelangi bentuknya melengkung, mengapa langit berwarna biru, bagai mana terjadinya petir, mengapa burung bertengger di kabel PLN tidak kesetrum, mengapa nyamuk dapat terapung di permukaan air, mengapa bulan dapat mengelilingi matahari dan masih banyak gejala - gejala alam yang dipelajan di dalam fisika.
Untuk dapat membuktikan teorema - teorema fisika tersebut, bisa dilakukan dengan percobaan di dalam laboratorium maupun di alam lingkungan kita. Setiap sekolah baik tingkat SMP maupun tingkat SMA minimal mempunyai 1 buah laboratorium untuk menunjang pelajaran yang menggunakan laboratorium seperti fisika, kimia dan biologi. Tapi tidak dipungkiri masih banyak sekolah - sekolah di indonesia khusunya sekolah yang dipedesaan masih tidak memiliki laboratorium yang dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran terutama menunjang pembelajaran fisika. Sehingga siswa merasa fisika merupakan pelajaran yang hanya penuh dengan hitungan - hitungan dan rumus - rumus. Dari itulah penulis ingin menguraikan sedikit tentang alat peraga atau alat percobaan fisika sederhana yang ada disekitar kita yang dapat kita buat menjadi alat peraga/percoban fisika, sehingga tidak ada alasan bagi guru untuk tidak melaksanakan praktikum di sekolah dengan dalih tidak memiliki laboratorim dan alat laboratorium yang lengkap. Di sini penulis akan menguraikan sedikt tentang percobaan - percobaan dan alat peraga yang dapat dilakukan dengan alat yang sederhana.

1. Menentukan percepatan gravitasi bumi dengan menggunakan bandul sederhana

Alat dan bahan yang diperlukan untuk percoban ini sangat mudah sekali, guru dapat mendesain alatnya sendiri atau menugaskan siswa untuk membuat alat percobaan tersebut. Yang dibutuhkan adalah 2 buah kayu atau broti dengan ukuran 50 cm dan 15 cm. Kemudian kayu tersebut dipaku sepert hurup L. Kayu inilah yang berfungsi sebagai statif. Sedangkan dasar statif dapat kita buat dari papan atau palat dengan ukuran 10 cm x 10 cm. Kemudian pakukan ujung kayu tersebut pada papan seperti pada gambar yang ada pada tulisan ini. Sedangkan untuk bandulnya kita dapat menggunakan kelereng atau batu yang bentuknya bulat. Benang yang kita gunakan dapat menggunakan benang jahit atau benang bekas goni beras. Supaya kelereng dapat terikat pada benang kita dapat menggunakan kertas tissu atau apa saja sehingga kelereng tersebut dapat terikat. Kemudian kelereng yang sudah terikat tersebut kita gantungkan pada ujung kayu yang sudah kita buat tadi sebagai pengganti statif. Selesai sudah alat percobaan bandul sederhana, tidak begitu sulitkan!!. sedangkan unutuk pengukuran waktu dapat digunakan stopwatch tetapi jika disekolah kita tidak ada stopwatch bisa menggunakan HP yang memiliki stopwatch


2. Menentukan Letak titik berat Suatu Benda


Alat dan bahan yang digunakan untuk percobaan ini adalahseutas benang jahit, jarum jahit, sebuah beban untuk menarik lurus benabg dapat kita gunakan pensil atau bolpoint, sebuar karton tebal dengan bentuk tidakteratur. Kita dapat menggunakan kardus bekas mie instant atau lainnya. Langkah kerjanya adalah :
a. Siapkan sebuah karton yang bentuknya tidak teratur, sebuah benang pengukur tegak lurus.
b. Buatlah sebuah lubang, kemudian masukkan benang dengan menggunakan jarum jahit yang salah satu ujungnya telah diberi pemberat ke dalam lubang tersebut. Kemudian angkat benang tersebut sehingga benang membemtuk suatu garis lurus. Tandai garis lurus tersebut dengan menggunakan pensil atau bolpoint.
c. Buat lubang kedua, kemudian lakukan seperti pada point b. Sehingga garis yang ditandai tersebut berpotongan. Perpotongan garis tersebutlah merupakan letak titik berat dari benda itu.
Untuk menguji apakah anda telah benar menentukan letak titik berat karton tersebut dapat diuji dengan melubangi perpotongan garis tersebut dengan menggunakan jarum jahit. Masukkan benang dan angkat ke atas seperti gambar pada tulisan ini. Jika karton tersebut seimbang tidak miring – miring lagi maka anda telah benar menentukan titik berat karton tersebut. Selamat mencoba.

3. Ayunan Newton untuk membuktikan Hukum Kekekalan Momentum

Ayunan Newton bisa digunakan untuk membuktikan hukum kekekalan momemtum. Alat dan bahan yang digunakan adalah 5 buah bola plastik/ bola golf. Kalau pakai bola plastik kita harus mengisinya dengan semen biar tumbukanya lebih jelas, tapi kalau pakai bola golf tidak usah karena bola golf memang sudah padat. Kemudian kita buat tempat menggantungnya dari kayu atau broti seperti gambar pada tulisan ini. Setelah kita isi semen pada bola plastik tersebut, jangan lupa sebelum semen mengering masukkan tali sebagai penggantungnya.setelah semua selesai gantungkan 5 buah bola tersebut pada penggantung yang sudah kita buat tadi, untuk memperindah alat peraga yang kita buat kita dapat mencat tempat menggantung bola tersebut dan memberikan nomor pada masing – masing bola.


4. Membuktikan Teorema Torricelli



Teorema Torricelli mebahas hubungan antara kecepatan semburan fluida dengan ketingggian fluida (h) pada tabung bocor dan hubungan antara jarak semburan fluida (x) dengan ketinggian fluida (h). Kita dapat menggunakan botol air mineral bekas yang ukuran 500ml atau yang 1000 ml sebagai tabungnya. Tutupnya kita buang saja. Kemudian botol ini kita lubangi dengan menggunakan jarum pentul dengan jarak h dari ketinggian fluida yang kita inginkan. Isi botol tersebut dengan air dan lubang tersebut dapat kita tutup dengan menggunakan ibu jari supaya air tidak keluar. Kemudian lubang tersebut kita buka, biarkan air memancar kemudian ukur jarak semburan air(x) yang memancar pertama dengan menggunakan mistar. Sehingga didapatlah nilai jarak mendatar semburan air tesebut. Kemudian bandingkan nilai yang kita dapat tersebut dengan menggunakan rumus teorema Torricelli. Sedangkan untuk mengukur kelajuan semburan dapat digunakan rumus teorema Torricelli juga seperti yang ada pada buku paket pelajaran fisika.Variasi percobaan dapat dilakukan dengan mengubah tinggi lubang dengan permukaan fluida dan dasar botol. Ternyata mudahkan. Percobaan fisika di sekolah tidak harus menggunakan alat -alat yang canggih, tapi yang ada disekitar kita juga bisa kita gunakan asalkan ada kemaunan dan kekreatifan dari guru pembimbing

Bagi teman - teman yang punya ide tentang alat percobaan/peraga fisika yang sederhana bisa mengirim ke email saya syahripohan@yahoo.co.id biar dapat kita publikasikan. Terima kasih...........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Album SMAN Unggul Subulussalam